Overview Hearing Test Application

Hearing test application in Windows Phone

Menggunakan String.Empty pada WP 7

Pada form pendaftaran dalam suatu aplikasi, pengguna biasanya diminta untuk mengisi textbox yang kosong dan harus terisi agar dapat melanjutkan ke proses berikutnya.

Image

Perhatikan kode aplikasi pada Windows Phone di bawah ini:

private void button1_Click(object sender, RoutedEventArgs e)
{
if (t_nama.Text == string.Empty )
{
MessageBox.Show("Please, enter your name");
}
else
{
NavigationService.Navigate(new Uri("/Letter1.xaml", UriKind.Relative));
}
}

Pada kode di atas, t_nama merupakan nama textbox yang harus diisi oleh pengguna. kemudian, button1 merupakan nama tombol untuk melanjutkan ke proses berikutnya. Apabila tombol ini ditekan saat textbox telah terisi, maka pengguna dapat mengakses ke halaman berikutnya. Sedangkan saat textbox dalam keadaan kosong, maka pengguna tidak dapat melanjutkan proses ke halaman berikutnya.

Menampilkan Huruf Kapital Secara Acak (Random)

Aplikasi Tes Ketajaman Penglihatan menampilkan beberapa huruf kapital secara acak. Hal ini bertujuan agar pengguna tidak dapat menghafal huruf yang tampil pada saat pengujian berlangsung.

 Random rand = new Random(); //fungsi random
int num = rand.Next(0, 13); //random 13 huruf
char let = (char)('A' + num); //random dari huruf A - M
char let1 = (char)('N' + num); //random dari huruf N - Z
card1.Text = let.ToString(); //mencetak huruf pada TextBlock
card2.Text = let1.ToString(); //mencetak huruf pada TextBlock

Tipe Data Pada Java

Bismillah…

Setelah belajar java selama kurang lebih 2 pekan, saya rasa tidak ada salahnya untuk melampirkan pengetahuan dasar terkait tipe pada bilangan java.

Yuk, kita simak…

1. Tipe Integer (Bilangan Bulat)

Tipe ini dibedakan menjadi 4 jenis tipe, yaitu : byte, short, int, dan long. Semua tipe ini bersifat signed (bertanda) yaitu tipe data yang dapat mempresentasikan nilai negatif maupun positif.

2. Tipe Floating (Bilangan Riil)

Tipe ini digunakan untuk mempresentasikan nilai – nilai yang mengandung pecahan atau angka desimal di belakang koma. Misalnya : 3.14.

floating point dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu float dan double.

3. Karakter (Char)

Tipe data ini digunakan untuk menyimpan nilai karakter, yakni 16 bit dengan rentang nilai dari 0 sampai 65.536. tipe karakter termasuk ASCII atau karakter standar.

4. Boolean

Tipe boolean digunakan untuk menampung nilai logika, yaitu nilai yang hanya memiliki dua buah kemungkinan, yakni benar atau salah. Dalam java, nilai benar dipresentasikan dengan kata kunci true dan nilai salah dengan kata kunci false.

Berkreasi mini, membuat kalkulator dengan C#

Bismillah..

Alhamdulillah, masih diberi kesempatan nulis di sini.

Hanya ingin berbagi sedikit pengalaman saya menyentuh pemrograman C#.

Ini program pertama yang saya buat.

Check it out friend…:)

Sebelum membuat aplikasi, alangkah baiknya kita kenalan dulu dengan C#.

C# (dibaca: C sharp) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsoft sebagai bagian dari inisiatif kerangka .NET Framework. Bahasa pemrograman ini dibuat berbasiskan bahasa C++ yang telah dipengaruhi oleh aspek-aspek ataupun fitur bahasa yang terdapat pada bahasa-bahasa pemrograman lainnya seperti Java, Delphi, Visual Basic, dan lain-lain) dengan beberapa penyederhanaan.

(sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/C_sharp)

Oke, lanjut aja kita buat project baru pada C#, begini caranya :

New project -> Windows Form Application -> Ok

Selanjutnya…kita desain Form Application, seperti ini:

Dan….ini yang utama, source code nya..

1. Double klik pada button operasi penjumlahan (+), ketik source code seperti berikut:
private void button1_Click(object sender, EventArgs e)
{
float a, b, c;
a = float.Parse(this.textBox1.Text);
b = float.Parse(this.textBox2.Text);
c = a + b;
this.textBox3.Text = Convert.ToString(c);
}

 

2. Double klik pada button pengurangan (-). Kemudian ketik source code seperti berikut:

private void button2_Click(object sender, EventArgs e)
{
float a, b, c;
a = float.Parse(this.textBox1.Text);
b = float.Parse(this.textBox2.Text);
c = a – b;
this.textBox3.Text = Convert.ToString(c);
}

 

3. Double klik pada button perkalian (*). Kemudian ketik source code seperti berikut:

private void button3_Click(object sender, EventArgs e)
{
float a, b, c;
a = float.Parse(this.textBox1.Text);
b = float.Parse(this.textBox2.Text);
c = a * b;
this.textBox3.Text = Convert.ToString(c);
}

 

4. Double klik pada button pembagian (/). Kemudian ketik source code seperti berikut:
private void button4_Click(object sender, EventArgs e)
{
float a, b, c;
a = float.Parse(this.textBox1.Text);
b = float.Parse(this.textBox2.Text);
c = a / b;
this.textBox3.Text = Convert.ToString(c);
}

 

5. Double klik pada button modus pembagian (%), lalu ketik source code seperti berikut:
private void button4_Click(object sender, EventArgs e)
{
float a, b, c;
a = float.Parse(this.textBox1.Text);
b = float.Parse(this.textBox2.Text);
c = a % b;
this.textBox3.Text = Convert.ToString(c);
}

 

6. Double klik pada button clear, kemudian tambahkan source code seperti berikut:
private void button5_Click(object sender, EventArgs e)
{
this.textBox1.Text = “”;
this.textBox2.Text = “”;
this.textBox3.Text = “”;
}

Berikut tampilan aplikasinya:

semoga bermanfaat ..:)

Membuat gallery di Android

Bismillah….

Entah mengapa, saya sangat senang ketika berhasil membuat gallery di Android.

Meskipun masih terbilang simple, namun menurut saya widget yang satu ini sangat aplikatif untuk menampilkan gambar.

Yupz, lebih ‘eye catching’ sepertinya..

codingnya seperti ini:

package app.seamolec.sheilla;

import android.app.Activity;
import android.content.Context;
import android.os.Bundle;
import android.widget.ImageView;
import android.view.View;
import android.view.ViewGroup;
import android.widget.AdapterView;
import android.widget.AdapterView.OnItemClickListener;
import android.widget.BaseAdapter;
import android.widget.Gallery;
import android.widget.Toast;

public class GallleryActivity extends Activity {

Integer[] imageIDs = { R.drawable.sample_1, R.drawable.sample_2,
R.drawable.sample_3, R.drawable.sample_4, R.drawable.sample_5,
R.drawable.sample_6, R.drawable.sample_7 };

/** Called when the activity is first created. */
@Override
public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.main);

Gallery GallleryActivity = (Gallery) findViewById(R.id.gallery1);
GallleryActivity.setAdapter(new ImageAdapter(this));
GallleryActivity.setOnItemClickListener(new OnItemClickListener() {

@SuppressWarnings(“rawtypes”)
@Override
public void onItemClick(AdapterView parent, View v, int position,
long id) {

ImageView imageView = (ImageView) findViewById(R.id.imageView1);
imageView.setImageResource(imageIDs[position]);

Toast.makeText(getBaseContext(),
“pic” + (position + 1) + “selected”, Toast.LENGTH_SHORT)
.show();
}
});

}

public class ImageAdapter extends BaseAdapter {

private Context context;

private int ItemBackground;

public ImageAdapter(Context c) {
context = c;
}

public int getCount() {
// TODO Auto-generated method stub
return imageIDs.length;
}

public Object getItem(int position) {
// TODO Auto-generated method stub
return position;
}

public long getItemId(int position) {
// TODO Auto-generated method stub
return position;
}

public View getView(int position, View convertView, ViewGroup parent) {
ImageView imageView = new ImageView(getBaseContext());
imageView.setImageResource(imageIDs[position]);
imageView.setScaleType(ImageView.ScaleType.FIT_XY);
imageView.setLayoutParams(new Gallery.LayoutParams(150, 120));
return imageView;
}
}
}

dan kode untuk tampilannya:

package app.seamolec.sheilla;

import android.app.Activity;
import android.content.Intent;
import android.os.Bundle;

public class ViewActivity extends Activity{

public void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.main);
startActivity(new Intent(this, GallleryActivity.class));

}}

kemudian untuk main.xml:

<?xml version=”1.0″ encoding=”utf-8″?>
<LinearLayout
xmlns:android=”http://schemas.android.com/apk/res/android&#8221;
android:layout_width=”fill_parent”
android:layout_height=”fill_parent”
android:orientation=”vertical” >

<TextView
android:layout_width=”fill_parent”
android:layout_height=”wrap_content”
android:text=”gambar Sheilla” />

<Gallery
android:id=”@+id/gallery1″
android:layout_width=”fill_parent”
android:layout_height=”wrap_content” />
<ImageView
android:id=”@+id/imageView1″
android:layout_width=”320px”
android:layout_height=”250px”
android:scaleType=”fitXY” />

</LinearLayout>

Maka…outputnya seperti ini:

 

Begitulah, percobaan yang telah saya buat.. Simple kan?

Semoga bermanfaat!

Aplikasi Android yang sederhana…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, bisa menggoreskan kata-kata lagi di sini..

Setelah beberapa pekan mempelajari Android, akhirnya diri ini mulai memahami secuil materinya..:)

Aplikasi yang saya buat masih sederhana. yakni:

‘Aplikasi Panduan EYD berbasis Android’.

Aplikasi ini bertema ‘edukasi’..dengan tujuan sebagai salah satu media pembelajaran untuk memahami kaidah penggunaan EYD.

Beginilah tampilannya:

This slideshow requires JavaScript.

Kisah seru berjualan…

Bismillah.

Pada pagi yang sejuk ini, saya mencoba untuk menuangkan secuil kisah mengenai pengalaman saya  dalam berjualan. Permintaan dari Bapak Gatot adalah menceritakan pengalaman bisnis dengan laba minimal Rp 10.000,- . Oleh sebab itulah, saya akan menceritakan pengalaman seru saat merintis bisnis kecil berjualan sewaktu kuliah di Politeknik Negeri Jakarta.

Jujur saja, saya baru tertarik berjualan sejak kuliah di Politeknik Negeri Jakarta. Pertama saya berjualan donat yang memiliki aneka rasa. Ada rasa coklat, keju, kacang, dan lain – lain. Donat tersebut saya jual sebesar Rp 1.500,-. Penjualan donat ini bukan untuk kepentingan pribadi, namun didedikasikan untuk kegiatan LDK FIKRI PNJ, Himpunan Mahasiswa Elektro, dan Study Tour kelas. Keuntungan yang saya dapatkan dari penjualan donat ini kisaran 30.000,- per hari.

Kemudian yang kedua adalah usaha berjualan gorengan di kelas. Nah, penjualan ini awalnya untuk kepentingan Acara E-Time (Elektro Activity Time di PNJ) lumayanlah laba yang dihasilkan kira-kira sebesar 20.000,- per hari. Setelah itu, saya juga pernah berjualan snack ringan twister rasa coklat seharga Rp 750,- per bungkus. Usaha inilah yang saya usahakan untuk menambah pendapatan sendiri. Laba yang saya dapatkan sebesar 10.500,- per hari.

Ketiga, saya pernah berjualan Kaos BIPOL (Bis Politeknik). Di sini saya berhasil menjual 17 baju dengan harga Rp 45.000,- per piece. Pemasaran yang saya lakukan adalah dengan menyebarkan sms kepada teman – teman terdekat saya. Kemudian saya juga mengunjungi kelas – kelas di jurusan elektro untuk memasarkan kaos BIPOL tersebut. Alhasil, saya berhasil mendapatkan 15 konsumen yang tertarik membeli kaos tersebut. Laba yang saya dapatkan adalah Rp 75.000,-. Lumayanlah untuk pendapatan awal saya J .

Keempat, saya pernah berjualan pulsa. Berhubung kakak saya usaha pulsa, maka saya pun jadi tertarik untuk membantu memasarkannya. Tiap pembelian pulsa, saya mendapatkan laba kira – kira sebesar Rp. 500,- sampai 1.000,-.  Keuntungan yang saya dapatkan (tanpa modal) sebesar Rp. 11.000,- perbulan. Tidak terlalu banyak memang, yang penting berkahnya.

Selanjutnya yang kelima, saya juga pernah berjualan minyak angin aromatherapy dengan harga jual Rp 20.000 per buahnya. Saya mendapatkan laba lumayan besar , yakni Rp 5.000,- sampai Rp 10.000,- per buah. Alhamdulillah, lumayan untuk menambah uang saku. Namun bisnis ini hanya berlangsung 1 pekan, karena peminatnya sepi dan hanya 3 botol aromatherapy yang laku saya jual.

Keenam, saya pernah berjualan aneka makanan ringan dan minuman dingin di Balairung UI saat ada pelaksanaan WISUDA Mahasiswa PNJ. Di sana lumayan pendapatan yang didapatkan, kira – kira sebesar Rp. 200.000,- .

Terakhir, saat outbond di SEAMOLEC, saya menjual Ballpoint kepada masyarakat sekitar UT (Universitas Terbuka) dengan harga jual yang pertama sebesar Rp. 20.000,- dan yang kedua saya jual seharga Rp.15.000,-.

Demikianlah pengalaman sederhana saya berjualan dengan laba yang tidak terlalu besar. Namun, menurut saya yang terpenting adalah pengalaman yang berharga lebih dari segalanya.

Semoga berkah. Semangat!!!

Presentasi Bisnis Plan

Bismillah..

Kemarin, tepatnya hari Rabu, 04 Januari 2012 kami (D4 ITB batch 5) ditugaskan oleh mas Pur untuk membuat bisnis plan. kami diberikan waktu sampai jam 14.00 untuk mengerjakan bisnis plan tersebut, kemudian dipresentasikan di depan kelas. Walaupun ini bukan merupakan pengalaman saya yang pertama dalam membuat Bisnis Plan, tetap saja masih perlu latihan lagi. Karena ibaratnya pisau tajam yang tidak pernah diasah akhirnya tumpul juga.

Bisnis plan yang saya buat masih sangat sederhana, yakni dengan Merk ” Toko online busana muslimah Gatasyi”. Gatasyi di sini memiliki arti Gaul Tapi Syar’i. Yupz, di sini saya mencoba berbisnis sambil mereguk manfaat. Ibaratnya sambil menyelam minum air..:)

Sebenarnya pilihan ini saya ambil karena hobi saya memang hunting busana muslimah yang syar’i. Meskipun di toko baju saat ini sudah banyak penjualan busana muslimah, tapi bagi saya tidak terlalu mudah untuk menemukan busana yang syar’i. Nah, oleh sebab itulah saya mencoba mengemas hobi saya itu menjadi bisnis plan. Semoga bermanfaat dan berkah. Aamiin.

Selain itu, saya juga memiliki impian untuk Indonesia kedepannya dipenuhi oleh muslimah yang mengenakan busana muslimah yang syar’i. Kenapa harus syar’i? karena jika berjilbab saja itu belum cukup… apalagi jika kita lihat realita di lapangan, masih ada yang mengenakan jilbab namun lengan bajunya sampai siku, roknya ketat atau pakaian yang masih membentuk lekuk tubuh. Semoga dengan ini saya bisa memfasilitasi saudari – saudari muslimah untuk memilih busana yang lebih syar’i. Aamiin.

Saya mencoba untuk memulainya dengan berjualan baju muslimah, gamis, dan rok panjang. Sebenarnya terbesit juga untuk memasukkan kerudung / jilbab ke dalam salah satu produk yang akan dijual. Namun untuk awal bisnis ini, saya mencoba dari hal yang sederhana terlebih dahulu.

Konsep bisnis plan ini adalah reseller busana muslimah. Jadi saya akan survey terlebih dahulu ke beberapa supplier untuk kemudian bekerjasama dengan pihak tersebut. Kemudian jika ditilik dari pemasarannya, saya akan mencoba memasarkan melalui facebook dan twitter. Karena untuk saat ini kedua jejaring sosial tersebut sedang marak digandrungi oleh kalangan remaja maupun dewasa.

Target penjualannya yakni untuk remaja muslimah (seperti siswi dan mahasiswi) dan ibu rumah tangga.

Penasaran dengan produk yang akan saya jual? mari kita lihat gambar di bawah ini:

 

Langkah selanjutnya yang saya lakukan adalah survey ke pasar tanah abang untuk bisnis plan busana muslimah ini.

Semangat!!!

 

 

 

Kenapa Saya Sekolah?

Pertanyaan di atas sungguh menggugah bagiku…

Sekolah, merupakan bagian dari madrasah kehidupan. Sedangkan bagiku, ilmu adalah cahaya yang menerangi tiap langkah hidup kita. Sedikit atau banyak bukanlah masalah utama. Namun, yang patut dipertanyakan adalah “apakah ilmu yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain dan alam sekitar?”. Jika tidak, bersiap – siaplah untuk merenovasi setiap tindakan kita. Harapan besarnya adalah terkandungnya manfaat dari sela-sela ilmu kita. Tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, namun cahaya (ilmu) dapat dirasakan bagi lingkungan sekitar.

Tanpa ilmu…kita tidak dapat menatap dunia dari segi keindahannya

Tanpa ilmu…kita bisu untuk mengungkapkan kebenaran

Tanpa ilmu…kita diam, berpangku tangan

Dengan ilmu…hidup kita menjadi terang, berwarna, jernih dan menyejukkan.

Sekolah memang merupakan salah satu sarana mereguk manisnya ilmu. Bahkan saat ini telah dicanangkan wajib belajar 9 tahun di negeri kita ini (baca : Indonesia). Apakah itu sudah cukup mewakili bukti pentingnya pendidikan bagi masyarakat Indonesia?

Tidak.

Bagiku… di sekolah kita tidak hanya belajar mengenai science, tetapi banyak makna yang terkandung di dalamnya. Belajar memahami, menganalisa, mengasah kecerdasan otak, dan sebagainya. Skill  merupakan kawan sejati kesuksesan. Tanpa Skill, pengetahuan dan prilaku manusia belum cukup mampu menunjang keberhasilan.

Sekolah.. di sana ladang ilmu terhampar.

Siapa yang ingin bercocok tanam di sana?

Maka kelak, ia akan mendapatkan buah yang ranum di sana.

Ini bukan puisi yang puitis, tapi perenungan hati yang cukup kritis.

Sekolah, bukanlah formalitas yang harum di atas kertas. Demi ijazah? Tidak, tetapi itu merupakan goal akhir yang begitu kecil artinya. Kita sekolah bukan karena ijazah, tapi karena isi dari nominal – nominal yang berbicara akan kebenaran mengenai kemampuan kita yang sebenarnya.

Sekolah bagiku menyenangkan, meskipun banyak rintangan yang mewarnai langkahnya. Tegap dan tak kenal gentar, wahai pencari ilmu. Jika jatuh janganlah mengeluh, jika sakit jangan meringis, dan jika peluhmu sudah membanjiri diri, janganlah putus asa. Biarkan peluhmu mengering, biarkan rasa sakit itu menyapa dan kelak pergi dengan sendirinya, dan biarkan jatuh itu hadir sebagai dinamika perjuangan.

Sekolah itu adalah kendaraan bagi para pencari ilmu. Jika kau ingin berkunjung ke sana, bersegeralah mengendarai kendaraannya.

Semangat selalu sobat!