Cerita masuk D4 ITB

Bismillah..

Ini merupakan cerita sederhana saya masuk D4 ITB.

Saya mendapatkan informasi mengenai program D4 ITB dari salah seorang teman yang sudah lebih awal masuk pada Batch 4. Ketika sedang berbincang-bincang di stasiun Citayam, teman saya menceritakan rencana ke depannya untuk melanjutkan kuliah ke D4 ITB. Sayangnya, ketika itu pendaftaran batch 4 sudah tutup. Sehingga saya disarankan untuk menunggu informasi pendaftaran pada batch selanjutnya.

Alhamdulillah, setelah sidang Tugas Akhir D3 saya mendapatkan berita dari teman saya bahwa D4 ITB membuka pendaftaran Batch 5. Ketika itu, saya berdiskusi dengan orangtua untuk mengambil program tersebut. Alhamdulillah, kedua orangtua saya setuju dan mendukung rencana saya.

Tiba waktunya saya mempersiapkan beberapa persyaratan pendaftaran D4 ITB. Dimulai dari surat keterangan sehat dari dokter, legalisir transkrip nilai, cetak foto, dan sebagainya. Setelah siap, saya segera merapikan berkas – berkas tersebut  untuk kemudian dijadikan satu folder agar tidak tercecer. Dan ketika tiba waktunya untuk mengirimkan berkas-berkas via email, saya sudah siap untuk mengirimkan berkas-berkas tersebut.

Menunggu sesuatu….bagi beberapa orang adalah hal yang menjemukan. Tetapi, bagi saya menunggu adalah hal yang mengasyikkan apalagi jika diisi dengan hal yang bermanfaat. Cukup lama saya menunggu pengumuman seleksi D4 ITB. Meskipun sempat diundur beberapa hari, saya mencoba untuk bersabar menunggu dan berdo’a agar diberikan keputusan terbaik dari Nya.

Yupz, pada tanggal 5 November 2011 saya sudah mendapatkan informasi bahwa saya diterima dalam program D4 ITB. Alhamdulillah🙂. Dengan sigap, saya memberitahukan kabar tersebut kepada kedua orangtua saya. Mama dan Bapak pun turut bahagia atas diterimanya saya dalam program D4 ITB.

Beberapa hari setelah pengumuman, saya mendapat kabar bahwa wawancara diselenggarakan pada tanggal 7 November 2011 pukul 8 pagi di gedung Seamolec, Pondok Cabe. Jujur saja, saya tidak tahu daerah tersebut dan akses angkutan umum meunuju ke sana. Setelah bertanya ke beberapa teman, akhirnya saya mendapatkan informasi mengenai akses menuju ke sana.

Pagi hari, perjuangan menuju Seamolec dimulai. Bis Deborah begitu padatnya dan saya berdiri dari Depok sampai tiba di Lebak Bulus. Semangat tak boleh luntur, begitulah pekik saya di dalam hati.

Setelah tiba, saya berkumpul bersama teman – teman di ruang tunggu. Setelah Bapak Rizal tiba, kami segera menuju ruangan wawancara dan mengikuti proses wawancara dengan lancar.

Kemudian proses selanjutnya adalah registrasi di gedung Labtek VIII atau LSKK ITB. Dilanjutkan dengan Opening program D4 ITB yang mengantarkan kami untuk mengenal Bapak Gatot Sang Inspirasi. Karena hobi beliau adalah menyekolahkan anak bangsa. Subhanallah..:’)

Begitulah cerita singkat saya masuk D4 ITB. Semoga bermanfaat…

About Sheilla Rizkia Ferianty

Semangat!

Posted on 01/12/2011, in Experience on ITB. Bookmark the permalink. 11 Comments.

  1. alhamdulillah.. oiyaa maaf.. sy mau tanya2 seputar progam d4 itb bs ? soalnya uda cari sana sini di internet nggak nemu penjelasannya..

  2. mohon informasinya Mba sheila terkait kiat2 lu2s seleksi masuk dan bea siswa jika ada

    trimakasih

  3. aku baru mau coba d4 itb juga nih, katanya kan ada kontrak dengan Seamolec, itu kontrak nya maksudnya kontrak apa ya?

    Terima kasih mba🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: