Kenapa Saya Sekolah?

Pertanyaan di atas sungguh menggugah bagiku…

Sekolah, merupakan bagian dari madrasah kehidupan. Sedangkan bagiku, ilmu adalah cahaya yang menerangi tiap langkah hidup kita. Sedikit atau banyak bukanlah masalah utama. Namun, yang patut dipertanyakan adalah “apakah ilmu yang kita miliki bermanfaat bagi orang lain dan alam sekitar?”. Jika tidak, bersiap – siaplah untuk merenovasi setiap tindakan kita. Harapan besarnya adalah terkandungnya manfaat dari sela-sela ilmu kita. Tidak hanya menjadi konsumsi pribadi, namun cahaya (ilmu) dapat dirasakan bagi lingkungan sekitar.

Tanpa ilmu…kita tidak dapat menatap dunia dari segi keindahannya

Tanpa ilmu…kita bisu untuk mengungkapkan kebenaran

Tanpa ilmu…kita diam, berpangku tangan

Dengan ilmu…hidup kita menjadi terang, berwarna, jernih dan menyejukkan.

Sekolah memang merupakan salah satu sarana mereguk manisnya ilmu. Bahkan saat ini telah dicanangkan wajib belajar 9 tahun di negeri kita ini (baca : Indonesia). Apakah itu sudah cukup mewakili bukti pentingnya pendidikan bagi masyarakat Indonesia?

Tidak.

Bagiku… di sekolah kita tidak hanya belajar mengenai science, tetapi banyak makna yang terkandung di dalamnya. Belajar memahami, menganalisa, mengasah kecerdasan otak, dan sebagainya. Skill  merupakan kawan sejati kesuksesan. Tanpa Skill, pengetahuan dan prilaku manusia belum cukup mampu menunjang keberhasilan.

Sekolah.. di sana ladang ilmu terhampar.

Siapa yang ingin bercocok tanam di sana?

Maka kelak, ia akan mendapatkan buah yang ranum di sana.

Ini bukan puisi yang puitis, tapi perenungan hati yang cukup kritis.

Sekolah, bukanlah formalitas yang harum di atas kertas. Demi ijazah? Tidak, tetapi itu merupakan goal akhir yang begitu kecil artinya. Kita sekolah bukan karena ijazah, tapi karena isi dari nominal – nominal yang berbicara akan kebenaran mengenai kemampuan kita yang sebenarnya.

Sekolah bagiku menyenangkan, meskipun banyak rintangan yang mewarnai langkahnya. Tegap dan tak kenal gentar, wahai pencari ilmu. Jika jatuh janganlah mengeluh, jika sakit jangan meringis, dan jika peluhmu sudah membanjiri diri, janganlah putus asa. Biarkan peluhmu mengering, biarkan rasa sakit itu menyapa dan kelak pergi dengan sendirinya, dan biarkan jatuh itu hadir sebagai dinamika perjuangan.

Sekolah itu adalah kendaraan bagi para pencari ilmu. Jika kau ingin berkunjung ke sana, bersegeralah mengendarai kendaraannya.

Semangat selalu sobat!

About Sheilla Rizkia Ferianty

Semangat!

Posted on 05/01/2012, in Experience on ITB and tagged , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: